Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar Angkatan I

105
  Kamis, 13 Juli 2017 JENIS-PELATIHAN

 

Budidaya ikan air tawar merupakan kegiatan budidaya yang dapat diaplikasikan di tempat transmigrasi dan memiliki peluang yang terbuka dengan pangsa pasar yang menjanjikan dengan harga jual ikan tinggi dan permintaan ikan semakin banyak.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap warga  calon transmigran yang akan diberangkatkan ke lokasi transmigrasi perlu adanya pembekalan melalui pelatihan ketransmigrasian. Salah satu potensi yang sangat mendukung untuk dikembangkan oleh warga transmigran di lokasi transmigrasi adalah budidaya ikan air tawar dengan kolam terpal.

Pelatihan budidaya ikan air tawar angkatan I dilaksanakan di Balai Besar Latihan (BBLM) yogyakarta yang beralamat di Jalan Parasamya 16 Beran Sleman D I Yogyakarta. Pelatihan dilaksanakan selama 8 (delapan)  hari mulai tanggal 23 s/d 30 Maret 2016. Waktu pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Peserta Pelatihan sebanyak 30  (tiga puluh) orang terdiri para warga calon transmigran yang berasal dari Kabupaten Kulon Progo sebanyak 10 orang, Kabupaten Klaten sebanyak 10 orang, Kabupaten Tuban 4 orang dan Kabupaten Pacitan sebanyak 6 orang. Pemandu dari Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Cangkringan sebanyak 2 orang dan asisten pemandu dari Penggerak Swadaya Masyarakat Balai Besar Latihan Ketransmigrasian Yogyakarta sebanyak 2 orang.

Peserta diberikan pembelajaran jenis-jenis ikan air tawar yang cocok dibudidayakan di daerah transmigrasi. Hal ini karena kondisi air asam, sehingga perlunya pengetahuan jenis ikan dan perlakuan awal budidaya. Juga cara membuat kolam terpal di atas permukaan atau digali yang tahan lama dilengkapi inlet dan outlet, hal ini karena peserta dapat membuat kolam terpal namun tanpa inlet dan outlet.

Peserta dibekali pemijahan ikan lele dan nila secara tradisional dan semi intensif menggunakan hipofisa dan ovaprim, peserta ada yang sudah melakukan pemijahan alami namun belum mengetahui indukan yang baik. Peserta juga mempelajari perawan larva dan menyiapkan pakan larva menggunakan daphnia dan cacing sutra.

Peserta praktek pembuatan pakan ikan sendiri dengan formulasi protein pakan, peserta antusias bahan yang dapat digunakan dan pembuatannya karena sangat mengurangi biaya pakan. Peserta juga mempelajari hama dan penyakit ikan, panen ikan dan analisa usaha.

Peserta melakukan kunjungan lapang untuk menambah wawasan dan melihat langsung tempat budidaya ikan di Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kepis Dusun Burikan Desa Sumberadi Sleman, dan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Cangkringan.

Kabid Penyelenggara dalam sambutan penutupan bahwa pelatihan ini bermaksud memberikan bekal kepada warga calon transmigran agar mereka dapat meningkatkan produktivitas sumber daya yang dimiliki, khususnya untuk meningkatkan pendapatan dalam budidaya ikan. Pelatihan ini diarahkan pada kegiatan yang bersifat produktif serta berupaya agar mereka dapat hidup mandiri, aktif,  kreatif dan inovatif dalam mengelola sumber daya alam.


BERITA POPULER