UJICOBA HIDROPONIK BAWANG MERAH

350
  Senin, 02 Oktober 2017 UJICOBA

Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta terus membuat inovasi baru sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya dan bentuk mengaplikasikan hal baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah ujicoba budidaya bawang merah sistem hidroponik.

Bawang merah atau Brambang (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman semusim dan memiliki umbi yang berlapis. Umbi dari tanaman bawang merah merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Tanaman ini mempunyai akar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsi, membesar dan membentuk umbi berlapis. Umbi bawang merah terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Umbi bawang merah bukan merupakan umbi sejati seperti kentang atau talas. Budidaya bawang merah merupakan salah satu usaha dengan prospek yang cukup cemerlang. Terbukti dari stabilnya harga bawang merah di pasaran walaupun ketika memasuki bulan tertentu harganya mengalami kenaikan yang cukup tajam.

Hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, budidaya tanaman ini lebih mengutamakan media air yang telah dicampur dengan nutrisi. Meskipun ditanam di dalam air, namun tumbuhan yang dibudidayakan dengan teknik ini membutuhkan lebih sedikit air, sehingga penamaan hidroponik ini sangat cocok di coba pada daerah yang memiliki pasokan air minim. Jenis metode yang di gunakan sangatlah beragam antara lain metode NFT, DFT, sistem drip, dan sebagainya.

Ujicoba dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan untuk merakit instalasi hidroponik sistem DFT. Instalasi yang dibuat dari rangka baja ringan, ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter tinggi 80 cm. Media tanam menggunakan pipa paralon 6 inchi dan pot ukuran 12.

Ujicoba dilakukan oleh Dida Paramita dan Devi Sulistyawati dimulai tanggal 6 September 2017 dengan melakukan penyemaian bawang merah. Penyemaian dilakukan dengan perendamaan bawang merah di air yang dicampur dengan hormon perangsang akar. Waktu perendaman 24 jam. Tanggal 7 September instalasi hidroponik yang sudah jadi ditempatkan di screen house. Pot sebagai tempat media diberi sekam bakar untuk media tanam. Bawang merah ditanam dengan memasukkannnya ke sekam bakar dengan tidak terlalu dalam.

“Kami melakukan ujicoba dengan membuat instalasi hidroponik sebanyak 2 unit sistem DFT. Dalam perlakuannya kami membedakan media tanam menggunakan arang sekam, cocopiet dan rockwool. Sedangkan nutrisi yang digunakan adalah nutrisi daun dan umbi” penjelasan dari Dida Paramita.

Dalam kegiatan ujicoba ini, selama masa pertumbuhan tanaman bawang merah diberikan nutrisi hidroponik untuk daun sampai umur 1 bulan, dilanjutkan dengan pemberian nutrisi khusus umbi. Pemeliharaan dilakukan juga dengan penyemprotan pestisida nabati dan mengontrol aliran air agar tidak mampet.

Semoga ujicoba ini memberikan wawasan baru dalam budidaya tanaman bawang merah dengan sistem hidroponik.




BERITA POPULER