INSEMINASI BUATAN AYAM

361
  Selasa, 03 Oktober 2017 DEMPLOT

Dalam usaha peternakan, membutuhkan bibit ayam dalam jumlah banyak untuk dipelihara. Jika hanya mengandalkan bibit ayam dari perkawinan alami tidak akan mencukupi suplainya. Salah satu alternatif dengan inseminasi buatan (IB). IB adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan sperma yang telah diencerkan ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang bertelur.

Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta mempunyai lahan praktek sebagai tempat ujicoba dan pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan terpadu. Di bidang peternakan salah satunya mengembangkan IB ayam yang dilakukan tanggal 15 Setember 2017 oleh Agung Cahyo dan Anwar Setiawan. “Kami memilih induk jantan Kampung Unggul Balitnak (KUB) dan induk betina jenis ayam petelur” Ujar agung, PSM BBLM Yogyakarta menceritakan IB Ayam.

Persiapan induk

Induk jantan mempunyai syarat sehat, tidak cacat, umur 1-3 tahun, dari keturunan baik sedangkan induk betina sehat, tidak cacat, produksi telur tinggi, umur 7-8 bulan dan sedang dalam masa produksi. Induk jantan sebelum di IB diberi pakan protein 17% dan diberi jamu untuk stamina dan bulu di sekitar kolaka digunting untuk mempermudah proses IB. “Disiapkan alat dan bahan berupa spuit tanpa jarum ukuran 1 ml, tabung penampung sperma, tissu, aquabides dan larutan infus”. Anwar PSM BBLM Yogyakarta menerangkan persiapan IB.

Pengambilan Sperma

Ayam pejantan dipuasakan terlebih dahulu sebelum IB selama 10 jam untuk mengurangi pencemaran feces pada sperma. Agung Cahyo melakukan perangsangan ayam dengan cara mengurut lembut dari pangkal paha atas hingga ke pangkal ekor dengan beraturan, tanda ayam terangsang adalah ekor akan naik ke atas dan keluar tonjolan di kloaka. Sedangkan Anwar setiawan memegang tabung gelas untuk menampung sperma. Saat ayam terangsang jari telunjuk dan jempol menekan kloaka sehingga ayam mengeluarkan sperma yang ditampung di tabung gelas. Sperma tersebut diencerkan dengan aqubides atau larutan infus. Dosis pengenceran 1:2 artinya 1 bagian sperma 2 bagian bahan pengencer. Lalu dikocok perlahan agar larutan homogen.

Proses IB

Induk betina yang akan disuntik sperma dipegang oleh Agung Cahyo, tangan kanannya memegang paha ayam dengan rapat, ibu jari menekan daerah kolaka dengan tangan kirinya sehingga alat reproduksi ayam betina kelihatan. Sedangkan Anwar Setiawan menyiapkan squit tanpa jarum yang sudah berisi sperma disuntikkan/dimasukkan ke saluran reproduksi ayam betina sedalam 1 cm. “Dosis sperma untuk setiap ayam betina adalah 0,1-0,2 ml. Sperma dari 1 ayam jantan dapat untuk 20-40 ayam betina. Waktu yang tepat untuk IB adalah diatas jam 14.00 karena diperkirakan ayam betina sudah bertelur jadi pergerakan sperma tidak mengalami hambatan. Tingkat fertilitas biasanya lebih baik dan konsisten 92-96 persen” Agung Cahyo menerangkan proses IB.

IB sangat bermanfaat baik dari segi nilai bibit maupun segi ekonomis. Bibit yang dihasilkan dapat dikontrol dan mengetahui kualitasnya dari genetik induknya. Dengan IB 1 pejantan untuk 20-40 ayam betina padahal jika perkawinan secara alami 1 pejantan hanya untuk 25 ayam betina sehingga dengan IB mengurangi jumlah pejantan, menyebabkan efisiensi pakan, kandang dll.

Semoga ujicoba ini dapat menghasilkan Day Old Chicken (DOC) atau anakan ayam yang berkualitas dan sebagai referensi untuk kegiatan pelatihan peternakan yang berguna bagi masyarakat.





BERITA POPULER